764>>>

Berita

SMK Grida Kediri Bidik Lulusan Jadi Petani Modern

KERJA SAMA: Kepala SMK Grida Harun dan Manajer Pemasaran JPRK Heri Muda Setiawan menunjukkan MoU yang baru ditandatangani, kemarin. (radarkediri)

Perkembangan teknologi terus berlangsung. Bahkan sangat pesat. Hal ini menjadi tantangan bagi siapapun agar terus berpikir menciptakan suatu inovasi. Termasuk membuka peluang baru untuk mengembangkan sesuatu yang, mungkin, tidak banyak dipikirkan orang pada umumnya. Seperti yang dilakukan SMK PGRI 2 Kediri, sekolah yang karib dengan sebutan SMK Grida. Sejak tiga tahun terakhir, SMK Grida concern untuk mengembangkan pertanian modern melalui jurusan agribis teknologi pangan dan hasil pertanian. “Mungkin ini menjadi hal yang tak lazim tapi sebenarnya banyak peluang yang bisa didapat termasuk untuk dikembangkan,” ujar Harun, kepala SMK Grida.

SMK swasta ternama tersebut sebelumnya juga sudah membuka jurusan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura. Harun percaya bahwa dua jurusan baru di bidang pertanian ini akan menjadi inovasi di bidang pertanian di Kota Tahu. “Semoga membawa dampak yang baik untuk pertanian di Kota Kediri,” jelas Harun di sela-sela kunjungannya di Kantor Jawa Pos Radar Kediri kemarin (18/11).

Harun tidak sendirian, dia ditemani Waka Kesiswaan Jodi Cahyo Wibowo, bendahara sekolah Naning Noer Wahyu Kasanah, dan guru pertanian Donik Retno serta Syahida.

Kunjungan tersebut berlangsung mulai pukul 14.30 WIB. Bertempat di meeting room JP Radar Kediri. Berlangsung dalam suasana gayeng. Dengan dibalut guyonan yang semakin menghangatkan suasana.

Harun dan rombongan diterima langsung oleh Direktur JP Radar Kediri Tauhid Wijaya. Didampingi Manajer Umum – SDM Jauhar Yohanis dan Manajer Pemasaran Heri Muda Setiawan. Gebrakan yang dilakukan oleh Grida dengan membuka jurusan yang berkaitan dengan penembangan pertanian diapresiasi oleh direktur JPRK.

“Ini luar biasa sekali, SMK Grida berani membuat terobosan seperti itu,” puji Tauhid.

Menurutnya, hal tersebut akan menjadi peluang yang bisa ditangkap para generasi bangsa. Terutama yang ingin berinovasi di sektor pertanian. Jika dulunya untuk bertani orang selalu berpikir tentang persawahan yang luas sekarang tidak lagi. “Di lahan terbatas atau di pekarangan rumah orang bisa memanfaatkannya,” jelas Tauhid.

Leave a comment