764>>>

Berita

Juara 3 Lomba Hidroponik Se-Jatim SMK Grida Kediri

Usianya masih seumur jagung. Tapi jurusan agribisnis tanaman pangan dan holtikultura (ATPH) ini sudah memberi prestasi membanggakan. Membuat tanaman hidroponik yang berkonsep sederhana namun menghasilkan hasil bagus.

Hidroponik adalah konsep menanam tanpa media tanah. Teknik ini juga menggunakan campuran air dan nutrisi. Konon, metode ini merupakan teknik budidaya tamanan masa depan. Yang tidak membutuhkan lahan luas untuk menghasilkan banyak tanaman . Apalagi di daerah perkotaan yang semakin hari semakin sedikit lahan kosong. Teknik ini sangat cocok.

Melihat potensi itulah, sejak 4 tahun yang lalu SMK PGRI 2 (Grida) Kota Kediri membuka jurusan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura (ATPH). “Karena kami ingin memberikan kontribusi nyata untuk pangan masyarakat Indonesia ke depanya,” ungkap Drs H Harun MM , kepala SMK PGRI 2 Kota Kediri, melalui Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Jodi Cahya Wibowo MPd.

Jurusan ini semakin menjadi sorotan. Setelah baru-baru ini mendapatkan prestasi yang membanggakan. Menjadi juara 3 lomba hidroponik se-Jawa Timur . Sejarah itu pun terukir oleh 8 siswa jurusan ATPH. Yaitu Adam Nur Cahyono, M. Aldi Saputro, Nur Aini, Devi Putri Antarisma, Edo Sita Miranda, Meda Widiasari, dan Laelatul Khusna Nabila.

Proses yang dilalui untuk menjadi juara 3 tingkat provinsi ini tidak singkat. Berawal dari undangan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Jatim wilayah Kediri. Kemudian jurusan ATPH SMK PGRI 2 Kota Kediri membentuk tim dan ikut berpartisipasi.

Tak ada target sebelumnya. “Kami hanya mencoba melalukan yang terbaik,” ungkap Adam Nur Cahyono, ketua tim lomba hidroponik SMK Grida.

Meskipun demikian, mereka tetap serius. Awal November tahun lalu, tim mendapatkan pelatihan selama sehari di Plosokaten, Kabupaten Kediri. Setelah itu

35 hari ke depannya mereka baru membuat tanaman hidroponik.

Proses pembuatannya pun susah-susah gampang. Gampangnya, karena mereka bekerjasama dalam satu tim. Selain itu sudah ada materi dan pelatihan yang didapatkan oleh tim.

Sulitnya, membuat hidroponik tak semudah yang dibayangkan. “Media tanamnya harus pas. Jika tidak pas air bisa jadi tidak mengalir dengan baik,” terang Adam.

Tim ATPH SMK Grida Kota Kediri menggunakan pipa untuk media hidroponik. Pipa tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat mengalirkan air dari lubang ke lubang lain. Gambarannya, pipa dirangkai sepanjang 8 meter dan memiliki 4 tingkat pipa. “Rangkaian ini simple tapi hasilnya bisa rimbun dan bagus,” ungkap Sumadi SSt SP, kepala program ATPH SMK Grida.

Menurutnya tim ATPH menggunakan nutrisi jenis AB Mix. Jenis nutrisi ini memiliki 16 unsur untuk tanaman hidroponik.

Metode yang digunakan teknik hidroponik pun beragam. Di antaranya adalah metode sistem drip, walter culture, dan nutrient film technique(NFT).Sedangkan tim ATPH SMK Grida memakai metode NFT. Konsep dasar NFT ini adalah metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi. Sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi, dan oksigen

Selain itu yang paling penting dalam teknik hidroponik adalah perawatan. Tim harus sering mengecek sejauh mana perkembangan. Selain panas matahari yang cukup, aliran yang mengalir juga harus lancar.

Perkembangan inilah yang dikirim ke media daring yang dibuat oleh cabang dinas pendidikan. Setiap minggunya tim harus mengirim dokumentasi perkembangan tanamannya.

Penilaian akhir, ada tim dari cabdispendik yang mendatangi SMK Grida. Memastikan apakah hasilnya sesuai dengan dokumen yang dikirim. Di lomba ini SMK Grida tergabung dalam Cabdispendik wilayah Kediri dan Blitar. Dengan jumlah peserta 20 tim, berasal dari dua cabdispendik itu.

Pengumuman keberhasilan ini berlangsung Rabu (27/3). Bertempat di hall PT Puspa Agro Surabaya. Selain Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Saiful Rachman, juga ada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang memberikan penghargaan.

Tags

Leave a comment